3 Cinta Saya

24 12 2008

Flaws And All lyrics – Beyonce

I’m a train wreck in the morning
I’m a bitch in the afternoon
Every now and then without warning
I can be really mean towards you

Sampe detik ini, saya sudah 3 kali jatuh cinta. Ini tidak termasuk beberapa “crush” yang cuma sekelebat udah ilang hehehe.

Pertama kali saya jatuh cinta, saya masih pake seragam merah putih. Memang cuma cinta monyet. Tapi saat itu dunia saya tidak lagi sesimple bangun, pergi sekolah, pulang bikin pr dan tidur.  Saya jadi suka menyelipkan kegiatan-kegiatan seperti menulis diary ttg apa yang terjadi dengan ‘dia’  & omongan teman2 saya saat sedang mengejek kami berdua dll, juga telfon-telfonan walaupun yang kami bicarakan cuma sekolah, pr – (setiap sekelas, kami selalu bersaing menjadi rangking 1) atau lagu baru yang kami dengar di TV. Saya juga jadi sering melamun… seperti membayangkan bisa ngga ya kami tetap sama sampe kami dewasa… :) . Cinta dini saya ini cukup lama ada dihati saya, tidak berlanjut seperti bayangan saya, kami pisah sekolah dan tentu saja punya jalan masing-masing… bahkan sampai saya lepas berseragam sekolah, biarpun mungkin tidak cinta lagi… lebih seperti kenangan lucu tapi indah.

I’m a puzzle yes in deed
Ever complex in every way
And all the pieces aren’t even in the box
And yet, you see the picture clear as day.

Kedua kali saya jatuh cinta saya sudah cukup dewasa untuk bilang ke orang tua saya, saya punya orang yang menjadi pilihan saya dan saya mohon mereka merestuinya. Umur saya sudah bertambah hampir 10 tahun dari pertama kali saya mencintai seseorang . Jadinya seperti memulai dari awal. Seperti tidak pernah jatuh cinta. Seperti baru tau rasanya jatuh cinta… Jadinya cinta saya tidak bisa sederhana.  Saya tidak tau mana yang benar mana yang salah.  Saya tidak tau mana yang penting dan tidak penting dan terlebih lagi saya tidak sepenuhnya mengerti perasaan saya sendiri. Saya belajar dari hari kehari, bulan ke bulan, tahun ke tahun.  Saya ingin sepenuhnya mencintai. Saya memutar dunia saya dan dia menjadi porosnya (bim, pinjem instilahnya :) ). Saya menempatkan dia ketempat tertinggi dalam semua list saya. Saya menjadikannya “dewa” saya didunia ini. Dan saya menghancurkan semua mimpi saya dan membangunnya kembali dengan dia sebagai pilar utama. Sudah menemukan kesalahannya??? Semua diatas tentang “saya” dan “dia”… bukan “kami”… saat “kami” muncul, semua jadi serba salah, semua jadi salah dimengerti, semua jadi dipaksakan dan akhirnya berantakan…. Cinta saya dan dia tidak pas. Cara mencintai saya tidak sesuai dengan orang yang saya cintai. Ekspektasi saya jadi jauh dari kenyataan. Cinta yang kedua ini cuma bertahan 5 tahun 2 bulan lebih sedikit… 3 bulan sebelum milestone kami untuk ’selamanya’.

[Chorus]
I don’t know why you love me
And that’s why I love you
You catch me when I fall
Accept me flaws and all
And that’s why I love you [3x]

Ketiga kalinya saya jatuh cinta… saya penuh dengan rasa tidak percaya. Tidak percaya kalau saya bisa mencintai lagi, tidak percaya diri lagi dan well, saya mengaggap cinta itu overrated, happy ending cuma ada di film2 dan semua cowok itu jahat! Saya menjaga hati saya sambil merekatkan kepingan2 yang baru saja pecah berserakan dan ujung serpihannya tajam2. Kalau saya tidak hati2, saya akan melukai diri saya sendiri.  Tantangannya, tidak mudah untuk mencintai orang yang juga sedang terluka… yang juga meragukan nilai2 cinta. Tapi ngga tau kenapa, saya cuma ingin mencintai dia secara sederhana. Tidak lagi muluk2… cuma ingin menikmati setiap perasaannya. Saya tidak lagi mencari date yang romantis, kado yang mahal dan indah, cincin berlian, lagu buat saya, sms2 mesra atau apa saja yang biasa membuat cewek berkata… aaaaw… so sweeeet…. Saya bukannya tidak suka hal2 diatas :) cuma mungkin kali ketiga ini saya lebih mencari seorang penjaga hati, jiwa dan hidup saya, seseorang yang dapat berbagi dalam suka dan duka dan mengerti saya apa adanya. Dan berdua kami bisa menata masa depan bersama, bukan menghancurkan mimpi masing2 tapi menyatukan puzzle2nya menjadi mimpi berdua.  Yang tentu saja tidak  mencoba merubah saya sebagai seorang individu tapi melengkapi saya terhadap kekurangan2 saya dan juga sebaliknya. Tidak perlu berkata abadi karena didunia ini tidak ada yang kekal. Cukup janji bersama sebagai hamba Tuhan untuk saling setia. Dan Alhamdulillah cinta dia untuk saya juga seperti itu… :) . Dia bukan “dewa” … tapi dia selalu ada untuk saya dan saya tau dia akan melakukan apa saya untuk saya… dan saya.. saya akan berbuat apa saja untuk dia,  dan dia bukan poros hidup saya ( jiwa saya adalah poros hidup saya) tapi sebagai magnet besar yang membuat semua yang berputar tetap utuh.

I neglect you when I’m working
When I need attention I tend to nag
I’m a host of imperfection
And you see past all that
I’m a peasant by some standards
But in your eyes I’m a queen
You see potential in all my flaws
and that’s exactly what I mean…

Saat cinta dipaksakan, jgn harap dia akan bertahan lama. Saat cinta terlalu rumit, bisa2 jati diri kita malah hilang. Saat cinta mengenal kebohongan, yang datang sakit hati.  

[Chorus]
I don’t know why you love me
And that’s why I love you
You catch me when I fall
Accept me flaws and all
and that’s why I love you [3x]

***

- Buat teman saya- this has been a very hard year for your epic size love story… just believe that it will end happy eventually

- Buat Cinta 1 dan Cinta 2 : really glad to see both of you found your own true love. Each of you have beautiful wife inside and outside and adorable bundle of joys :)

- Buat teman saya yang masih terluka… time will heal your heart but just don’t close it

- Buat teman saya yang terjebak cinta lama… dunia itu luasss… cari cinta yang pas :)

- Buat teman saya yang akan menikah… tidak mudah tapi kalau dilalui bersama2… akan indah :)

- Baby… heard this song… and it describes us hehehehe :) I loVe you Much2!!!





Off-limit Friends… for real???

18 12 2008

Singapore itu kecil. Kecil bgt sampe ga ada yang jauh disini, ngga ada yang lebih dari 2 jam dari suatu titik ke titik yang lain, ngga ada kata nyasar dan ngga ada kata susah kemana2…

Singapore itu kecil sampe biasa kita terhubung2 satu sama lain…. kita kenal si itu yang kenal sama si ini dan kenal sama ono yang pernah tinggal bareng sama ituh  dan ikutan acara ginih bareng2 dll …so ngga heran kalo pergaulan disini saling berhubungan… Sangat biasa di sini untuk punya circle yang saling mengiris dimana beberapa diantara anggota circle satu juga anggota circle 2, 3, 4 (deeeh top amat!)…

Trus knapa? Ya intinya semua orang berhak untuk bergaul dimana saja selama pergaulan itu menerima dia. Gue udah cukup tua dan waras  untuk  mikir.. :gee,… I am miss popular and everybody must know me, those who don’t, well they should! Nooo…. gue ngga merasa gue sepenting  itu untuk setengah Singapore jadi temen gue or in my Facebook friends list. Gue sekarang berteman dengan teman2 gue, orang2 yang gue nyaman ada disekeliling mereka dan dimana gue bisa jadi diri gue ketika gue berada ditengah2 mereka… Some of them see my ups and  downs and stick with me, hold my hands and lift me up! These people, they are like Family… even closer than that!

Gue punya temen tapi mereka juga bebas bertemen sama siapa pun. Mereka bukan punya gue… mereka berhak sama pergaulan mereka masing2. Bebas aja…. ini bukan jaman smp sma dimana kita maen gank2an dan kalo satu anggota gank marah ke yang lainnya semuanya ikutan marah.. that’s so childish!! like o my god totally childish!

Misalnya gue punya masalah sama say kodok (i am very bad buat istilah sorry..)…  kalo sebelumnya atau selanjutnya kodok mau temenan sama sahabat2 gue yaaaa terseraaah… kalo emang temen2 gue mau temenan sama dia ya udah.. toh masalah yang ada itu antara gue dan si kodok. I expect beberapa temen deket gue mungkin akan close the door juga buat kodok kalo emang masalahnya kelewatan dan against their life principles, but hey this is not about taking side and right or wrong! Gue percaya temen2 gue pinter buat menentukan sendiri sikap mereka. Gue juga gitu, kalo misalnya temen gue punya masalah sama say, kucing… dan gue tau masalahnya apa, dan I dont respect what kucing did to my friend, ya ngga surprise kalo gue juga ngga merasa perlu untuk bertemen dengan kucing… si kucing bisa aja bikin masalah sama gue suatu saat, jadi mending ngga usah nyari masalah aja. Simple.

I am just surprised that the term “rima’s friends” is still out there as if I invented it… ( I think i wrote something about this issue loooong time ago..) Again… buat siapa aja yang ngerasa ngga bisa bertemen sama orang2 disekeliling gue karena mereka temen gue…. bener deh silahkaaaaan buat bertemen sama mereka,. Yang ada gue malu ntar dikira kepala suku dan ya elaah.. emang gue siapaaaaa???.. huehuehe… Jangan ngira gue ngomong bad things about orang dan mereka jadi kira2 yang ngga bener… Apapun yang mereka tau ttg masalah gue malah biasanya bukan dari mulut gue (trust me, makin dibahas gue makin sakit hati, mending sama sekali ngga usah diomongin, dan untungnya apa buat gue, ngais2 luka lama) … Gue aja bingung banyak temen gue yang tau lebih banyak ttg masalah gue daripada gue sendiri…. yang tiba2 “rim..rim.. masak si anu… atau… eh ma lo tau…atau rim… kemaren atau tadi..” atau..whatever…

Gue touched bgt sama temen2 gue yang menghargai perasaan gue(and most off them are..love you guys) and do simple things tapi sweet… misalnya pindah tempat tiba2 ada di lokasi yang sama dengan orang2 yanggue lagi ngga pengen deket2, alert gue kalo ada apa2 biar gue ngga kaget, atau simply not talk about it… gue tau mereka bukan mihak atau apa… mereka cuma ngga pengen ada apa2, dan akhirnya jadi ngga seru atau apa… kalo pun ada yang punya pendapat sendiri tentang masalah gue dan jadi punya sikap beda ya itu karena pikiran mereka sendiri… bukan karena gue

Kalaupun suatu saat ada masalah dan jadi super ngga enakan sana sini… gue selalu ngerasa lebih baik punya 10 bahkan 1 true friends dari pada 100 atau bahkan 1000 artificial friends… Orang2 yang ngakunya temen kita…belom tentu lo dibelakang tetep bermanis2 ria…  Gue kadang kasian (tapi ngga tau harus gimana) sama orang2 yang gampang dimuna’in sama temen2 deketnya sendiri - you never know what they have said about you and done  to you-…





Every time I judge a book from its cover, I find the content sucks big time

10 12 2008

Akibat kebanyakan ngeliatin gosip2 (apalagi ttg si Ananda Nikola, dkk) , gue jadi menkaji sebuat note to self:

Hati2….

Orang jahat itu bisa ada dalam bentuk cowok ganteng/cewek cantik, gagah dan terlihat gentlement, talented,baik, kayak malaikat dan temen sejuta umat, atau cewe atau cowo yang suka menolong, rakin belajar, gemar menabung dan tidak sombong…

tapi aslinya…..

bisa aja busuk luar biasa, punya kebiasaan menyakiti hati orang, punya kecenderungan bahagia diatas penderitaan orang lain…

Dont judge the book from its cover – pepatah lama yang masih susah gue terapin. Gue masih suka ketipu sama yang ‘bagus’ diluar  dan juga suka ngelewatin yang ‘indah’ di dalem.

Sekarang, butuh berapa lama buat lo tau apa ‘isi’ yang bener dari seseorang.  Buat gue butuh waktu yang lumayan lamaaaaa bgt buat kenal seseorang. Dan… udah lama aja masih bisa salah! huhuhu. Ya itu tadi, orang tuch bisa aja baiiik dan ideal bgt diluar… tapi ternyata didalemnya beda 180 derajat.

Contoh, waktu sekolah dulu gue pernah dekeeet bgt sama seorang cewe. Apa2 bareng, dan saking deketnya gue ngga mikirin deh dia mau make barang2 gue, mau minjem duit gue dll. Gue kasih tau dia semua rahasia gue karena gue nyaman aja ngomong dan cerita sama dia… BUT… tanpa gue sadari, dibelakang gue dia suka fitnah2 gue *deee..soooo abg bgt ga siiih*, masalah cowo laah, masalah duit, barang dll* gitu2 deh… dan akhirnya gue ngga mau lagi temenan sama dia. Bahkan setelah ketauan, hampir satu kelas musuhin dia *drama alert!* huhuhuh. Ya gue nyesel aja, kenapa orang yang sangat gue sayang dan percaya justru yang paling jahat sama gue… (err, setelah dipikir2 ini bukan satu2ya … :D) walaupun in the end ketauan juga sapa yang bener dan sapa yang salah, tapi gue lebih kecewa daripada marah… I judge her wrongly…. *tapi abis itu kita baikan :) dan sekarang juga gpp …

Ya diatas contoh yang mungkin keliatan simple tapi cukup berdampak besar buat kehidupan gue dulu, sampe seterusnya, gue jadi sangat hati2 dalam berteman. (dan kayaknya ini titik awal gue ngerasa temenan sama co itu jauh lebih asik, ngga riweh, ngga iri2an… huhuhu). Gue harus banyak mengevaluasi seseorang sebelum gue mempercayai dia… kaya kata orang…. hari gini Facebook lo bisa punya 1000 orang temen lebih, but how many true friends do you have, the one that will be on the next bus or train and run to you when you need him/her, even when you call then at 2 am? The one that will drop any schedule for you when you really need a shoulder to cry on… ?

Ini juga sangat berlaku bagi yang lagi milih pasangan. Emang masa2 PDKT biasanya indaaah bgt, itu karena biasanya yang bagus2nya aja yang keliatan. Kayak kalo mau keluar ngedate, pake baju yang terbaik, dan semua sikap di atur dan juga di’dia’ keliatan yang bagus aja, yang idela2 aja, pokonya idola!! yang jelek2 langsung didefend, “ga ada yang sempurna”… huhuhu tapi kalo udah menghadapi masalah, belum tentu. Gue sendiri sebisa mungkin mencoba ngga berubah kalo lagi masa2 pdkt (beraaat tapi semaksimal mungkin diusahain hehehe) karena itu juga yang gue harapain dari cowo. Gue biasanya interested sama masalah apa yang lagi dia hadapi (kalo dia mau share) dan ngeliat gimana dia menghadapi masalah itu sebagai penilaian gue.

Kalau dia terlihat ‘lari’ dari masalah… it’s a big NO. Gimana kalo nanti ada masalah sama gue, lari ke cewe lain? lari minuman keras,  obat dll? ih kan serem. Kalo dia terlihat mencari kambing hitam terus dan ngga mau disalahin, juga NO! Nantinya kalo lagi argument sama gue dia ngga fair donk…bisa2 setiap masalah gue mulu yang salah…. cis, enak bgt! Kalo dia heck care dan bersikap ngga peduli juga susah…. berarti dia cuek dan ngga mau accountable sama masalah. Masalah kalo dikit didiemin, lama2 khan jadi gede juga. Tapi… kalo dia berani menghadapi masalahnya dan berusaha cari jalan keluar terbaik ini baru bener. Dia belum tentu mengambil jalan yang bener, namanya juga manusia, pasti ngga sempurna, tapi the guts to face a problem, and to act like a man itu yang penting…

Hm… dan kalo lagi PDKT, gue juga interested untuk tau orang2 disekitar cowo itu. Dikit banyaknya orang2 disekeliling kita menjadi cermin kita sendiri. Ngga harus sama dalam semua sikap, tapi mungkin dalam pandangan hidup dan cara menghadapi hidup itu sendiri.

Tetep aja sich in the end, kita ngga akan pernah tau seseorang sedeket apapun kita sama dia, selama apapun kita mengenal dia dan se’megang’ apapun kita dengan temen2 dan keluarganya. Hati orang siapa yang tau ga sih?

and People Change! I change… and I see people change….

Gue tau banyak orang yang berubah dalam waktu singkat and it seems like you dont even know that person anymore… Perubahan menjadi yang lebih baik selalu dianjurkan, jadi ngga ada yang salah untuk berubah. Tapi perubahan yang munafik…. ini yang harus dihati2in… Tanda2 perubahan munafik… biasanya orang malah jadi aneh… contohnya yang biasanya ngga ngerokok tiba2 ngerokok, kan keliatan kalo megang rokoknya aja ga enak atau cara ngisep nya aja aneh * ini pengamatan langsung temen2 gue yang perokok setiap ngeliat orang yang baru ngerokok buat sok asik..* Atau perubahan “temen2″…. yang tadinya temenan sama orang2 yang ‘begini’ sekarang cuma mau temenan sama orang2 yang ‘begitu’…. Gue yakin pasti lo pernah ngeliat orang yang ‘ngga pada tempatnya’ dan ‘berusaha keras’ menjadi bagian itu… *kalo tiba2 ada nama yang terlintas dipikiran lo.. yang sifat2nya kayak gini,… itu wajar… karena banyak emang yang kayak gini hehehe (asal jgn nama gue aja :( ) dan biasanya kalo lagi ngomongin orang itu pasti awalnya jadi : ih kok si ‘itu’ jadi kayak gitu ya, atau kalo lagi nyindir orangnya: Tau deeeeh… kan sekarang ‘gituuu’ jadi beda ngga mau ‘gini’ lagi…. familiar???

To end this, gue masih ga punya formula untuk mengkalkulasi bagaimana hati dan sifat seseorang tanpa error. Tapi paling ngga lebih mudah untuk be true to myself. As I said before, kita belom tentu mengenal seseorang karena kita lama tau/deket sama dia. Don’t change for a person… ngga pernah worth it! Kalau harus berubah, berubah untuk diri kita sendiri dulu… and yeah classic, try not to  judge a book from its cover… I remember, Da Vinci Code’s original cover looks very bad, but I love what I read inside!

nb1 : Gue penganut asas praduga tak bersalah.. so I am not judging Ananda and his friends here…

nb2 : somehow gue jadi teringat lagunya Queen… *lagu temen sma gue pas patah hati karena cowoknya berubah pas udah kuliah… hihihi so this is for you

Love of my life, you hurt me,
You broken my heart, now you leave me.

Love of my life cant you see,
Bring it back bring it back,
Dont take it away from me,
Because you dont know what it means to me.





Pake jeans ke Resepsi pernikahan…. Boleh gaaaa??

3 12 2008

Kami2 lagi pada diskusi tentang boleh atau ngga pake celana jeans untuk menghadiri pernikahan (resepsi di gedung lebih tepatnya biar ada background)

So, gue termasuk yang bilang

 NO!!

Nyokap gue ngajarin gue sebagai CEWE (inget ya ini karena gue cewe!), gue harus berpakaian pada tempatnya, sesuai dengan acara namun tetap sesuai dengan kepribadian. Gue termasuk orang yang mengkategorikan baju2 gue sesuai dengan bagaimana atau kemana memakainya. Baju kantor ya buat baju kantor, baju rumah buat baju rumah, bajur pesta buat pesta dan seterusnya. Hampir semua (walau tidak menutup kemungkinan), baju2 ini tidak overlap, misalnya make baju kantor ke mall pas weekend hampir ga pernah terjadi.. Atau, make kebaya ke kantor apalagi.. Baju gue ngga banyak (apalagi sekarang lemari buat bedua.. Huhuhu), tapi Insya Allah cukup (baby, jgn ketawa… aku khan udah lama ngga beli bajuuuuuuu!!! Yang online shopping itu ga diitung!).

Naaaah alasan gue, apapun yang kita kenakan itu juga sedikit banyaknya menceritakan tentang karakter kita. Temen2 kantor gue tau baju (bahkan tas dan sepatu) gimana yang ‘rima banget’ dan bagaimana yang ngga. Misalnya, buat kekantor gue ngga suka pake baju yang warna warni dan model yang susah2. Gue selalu bekerja dilingkungan ’serius’ , dimana ‘image’ -prekdutcuih- itu penting. Tiap hari gue harus berhadapan dengan orang2 yang berdasi, kemeja pake cufflink, jas, atau suits, heels tinggi dan office dress. Bukan berarti kantor gue ngga berwarna warni.. Tapi, gue lebih terlihat ‘fierce’ kalo kata Tyra Bank kalo pake baju gelap dan never fail to look too young to be noticed setiap gue pake warna warni… Jadi baju kantor gue paling Item, Abu2, coklat, krem, putih, biru tua, merah tua atau combinasinya… boring but I have an objective behind that. Modelnya juga sangat offic-y.. Hehehe. Makanya bakal lucu aja kalo gue pake bukan buat kerja.. Baru deh buat weekend atau jalan2 gue pake warna warni, jeans, celana pendek, dll itu…

Sekarang kalo ke pesta…Gue emang riweh bin rimel kalo menghadiri pesta (kawinan included). Yang pertama mungkin pada dasarnya cewe mau terlihat rapi dan decent, apalagi kalo bring a partner. Seneeeeng banget kalo mau pergi ke pesta, put so much effort dan cowo atau suami bilang kita cantik banget malam itu… huhuhuhuhu….. Kedua, gue pengen menghargai si yang punya pesta. Dimana dia udah mempersiapkan pesta seistimewa mungkin buat para tamunya, buat kenangan dia dan pasti dandan secantik dan seganteng mungkin buat pestanya. So I want to celebrate and honor that dengan memakai baju ‘pesta’ sesuai pestanya. Misalnya kebaya, gaun yang pantas dan ngga melanggar UU pornografi atau tipikal baju pesta lainnya. Untuk hal2 tertentu gue malah ngga keberatan untuk go with a dresscode (warna, model atau apa)… biar lebih seru pestanya :)

Ok that’s me… balik ke masalah jeans. One of our dearest friend is wondering apa salahnya kalau dia pake celana jeans ke kawinan. Toh dia rapi, pake kemeja dimasukin, sebisa mungkin pake sneakers item dan pake jas yang ini semua sesuai dengan kepribadian dia. My so called two cents ya tentang menghormati yang ngundang kaya diatas. Well for me, jeans (celana jeans) bukan buat ke kawinan. Jeans konotasinya selalu casual, or at least not formal. Ada acara2 yang tanpa ditulis diundangan pun kita tau itu acara formal, misalnya… Interview kerjaan, pergi ke istana buat ketemu president (huhuhu ektrim bodo!), Prom and D&D (kecuali ada theme tertentu) dan Resepsi pernikahan. Bahkan celana jeans dilarang untuk masuk ke tempat2 tertentu (Jonas brother pernah dilarang masuk White House dan salah satu band Indo pernah dilarang masuk Istana Merdeka gara2 pake jeans).

Argument temen gue dia pake jeans bukan karena ngga menghormati, justru kebalikannya. Bagi dia, menghormati seseorang adalah tampil apa adanya didepan orang itu, jadi diri dia sendiri, ga fake, ga pura2. Semakin dia nyaman dengan seseorang, semakin cuek dia dengan apa yang dia pakai, karena dia yakin orang itu bisa menilai dia lebih dari apa yang dia pakai dan ngga perlu fake didepan teman2 dia sendiri.

Bener bgt!! Gue setuju kalau just be yourself itu penting. Tapi, dalam sebuat pesta pernikahan itu bukan hanya teman2 yang tahu pribadi dia yang datang. Ada keluarga, orang tua, relasi kerja sebagainya. And sometimes ini juga paying respect to other important people of the host kali yaa…

I tried to google the appropriateness of wearing jeans to a wedding and I like what I read here yang mungkin bisa jadi referensi etiket berbusana kawinan.. huhuhuh:

1. What you wear to a wedding is not about you. Dressing up in (sometimes) uncomfortable clothes, or even spending a little money to look nice is a way you pay a compliment to the occassion. You are saying, “yes, this is an important occassion, and I am going to go out of my way (a little) to let the bride and groom and other attendees know that I recognize its specialness.

If you were attending a wedding on a ranch and were asked to dress in jeans, then dressing in jeans would be your way of complying with the occassion and honoring the couple. If you are invited to a wedding in a traditional service, then honor the couple by attiring yourself appropriately.

2. Would it be OK to wear jeans to a wedding ? Not really; only do so if the bride and groom specifically say you can. It’s safer, and more polite to your hosts, to wear something appropriate to the mood of the day. Stick to the dress code: if it says ‘casual’ on the invite, dress casual, but remember that ‘casual’ in this context usually means not formal but a bit smarter than normal. And don’t forget the golden rule of party going: it’s much better to be a bit more stylish than everyone else than to turn up looking like a poor relation. Casualwear, in this context, means comfortable – but not complacent.

3. (This is yang agak ekstrim) No one should wear jeans to a wedding. The fancy factor at weddings varies greatly. It ranges from sequin bedecked silk chiffon frocks and stiletto heels, to more casual ruffled jersey gowns and ballet flats. Even the more casual is far dressier than jeans. Weddings are celebrations that people don’t get invited to every day. Jeans are a form of every day dress. Whoever wears jeans to a wedding tells those around him that going to a wedding is as uneventful as brushing teeth. It’s disrespectful and in poor taste

 

But then again….

Saat ada temen gue yang datang ke kawinan gue dengan make jeans,… I did not care at all!! Gue lebih menghargai dan berterima kasih sama kedatangan dan kehadirannya untuk bersama2 ikut senang buat hari bahagia gue…. Gue tidak merasa di tidak dihormati dll… Yes, it’s because I know him apa adanya…..

So ya ….mungkin ga ada paksaan untuk ga pake jeans ke sebuat kondangan resmi… Ujung2nya juga (mungkin) ga ada yang peduli .. Kecuali ada fashion police yang bakal cemberut kalo ngeliat ada yang saltum.. Huhuhu